Desember 31,
ingatkah kau padaku?
Ya, yang saat itu tersenyum lirih berhias permata disepasang matanya.
Ya, yang saat itu setiap jarinya menari liar mengukir kata.
Aku.

hey desember.
aku banyak berubah sejak hari itu, setidaknya ku pikir begitu :/
sudahkah aku bercerita bahwa aku sudah bebas dari penjara?
ya, penjara yang berlabelkan institusi pendidikan, aku berhasil meninggalkannya :’)

Dan sudahkah aku bercerita bahwa aku bercengkrama diantara mereka?
ya, sepasang mata ini tak lagi merindu. Setiap hari aku dipeluk, dicium, dan didengarkan alunan nada kasih.
tau kah kamu, kini aku dirumah, ditengah mereka nan ku cinta.

Dan berita baiknya, kotak itu sudah ku kunci rapat!
akhirnya bukan? sudah tak mudah lagi mengintip masa lalu.
sudah tak ada lagi mimpi yang menoreh luka lama.
aku sudah merdeka dari dia.
masa lalu ku, setidaknya bisa ku kunci.
kini, aku tertawa lepas.
akhirnya bukan?

dan setelah wajahku mulai kaku oleh topeng-topeng palsu,
akhirnya aku bisa beristirahat sejenak, merasakan semilir angin lembut menyapa.
aduhai, betapa nikmatnya wajah tanpa facade palsu.

Dan desember 31,
hari ini kau boleh tersenyum karena tau kah kamu? sudah hampir sebulan tak ada tangisan dimimpi malam.
bukankah itu berarti aku bahagia?
Alhamdulillah.. :’)

Advertisements