Ya Allah, sebagaimana engkau murka pada nabi-Mu karena mengerang sakit saat ajalnya tiba, hamba pun takut untuk mengerang sakit ya Rabb.. Hamba takut akan murka Mu, hamba takut dibenci oleh Mu, hamba takut tak dicintai oleh Mu. Maka karena itu, disaat hamba kesakitan hamba menolak untuk berkata “Aduh.. Sakit”. Jika teramat sakit hamba akan berusaha untuk mengunci lisan hamba karena takut tanpa sadar mengeluh kesakitan. Hamba bahkan menolak menghela nafas panjang karena bagi hamba helaan nafas itu terdengar seperti keluhan.

Namun maafkan hamba, ya Allah.. Karena hamba sangat lemah, hamba sering kesakitan. Meski hamba benar-benar tak mau mempertanyakan keadilanMu, meski hamba benar-benar sadar bahwa hamba tak akan pernah mengerti ilmu Mu ya Allah, hamba masih belum bisa menghentikan hati hamba berbisik mempertanyakan keputusan Mu. Berkali-kali saat hamba jatuh, hamba berusaha melihat lebih dekat dan lebih jauh. Mungkin ada yang tak terlihat oleh hamba, mungkin ada yang tak hamba sadari sebelumnya. Karena itu meski ada bagian dari hamba yang sibuk bertanya, hamba akan meyakinkan diri bahwa ada jawaban baik yang belum hamba ketahui sebelumnya.

Maafkan hamba ya Allah, jika kali ini hamba bertanya terlalu lama. Terima kasih karena telah memberikan hamba jawaban dari pertanyaan hamba. Alhamdulillah ya Allah.

Jawaban ini berat bagi hamba, maka bantulah hamba ya Rahman.. Janganlah Engkau berpaling dari hamba meski hamba hina dan berlumur dosa begini. Tanpa Mu ya Allah, tanpa Mu wahai penguasa diri ini, hamba tak mampu melalui hari. Meski Engkau izinkan hamba membuka mata setiap pagi, meski engkau izinkan jantung hamba berdetak setiap paginya, meski Engkau izinkan tubuh hamba berfungsi sebagaimana mestinya, jika engkau tak memelukku sehari saja, hamba tak bisa bernafas ya Allah. Karena itu ya Rahman, meski hamba buruk begini, meski hamba sibuk menangis dan tak seindah manusia pilihanMu, sayangilah hamba ya Rahim.

Engkau yang maha kuasa, izinkanlah hamba menangis meski ini wujud kelemahan. Dan jika tangis ini juga wujud keluhan, maka izinkanlah hamba menangis ya Allah.. Maafkanlah tangisan hamba ya Allah. Jangan tinggalkan hamba karena tangisan hamba ya Allah. Hamba tak pernah berharap akan pahala dari Mu ya Allah. Hamba hanya tak bisa berhenti memohon agar disayangi oleh Mu ya Allah. Hamba tak berharap syurga Mu meski benar hamba takut akan neraka Mu. Hamba hanya ingin di cintai oleh Mu. Hamba sadar bahwa hamba tak layak akan kasih Mu layaknya nabi dan rasul Mu ya Allah. Namun meski hanya seujung jari kasih itu dibanding dengan kasih Mu akan manusia pilihan Mu tak mengapa ya Rabb. Asalkan hamba disayangi oleh Mu. Hamba mohon, jangan tinggalkan hamba ya Allah, jangan berpaling dari hamba..

“Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, Karuniailah hamba keindahan hati dan iman, keindahan lisan dan Akhlak, keindahan Hati dan Akal, Keindahan jiwa dan raga. Izinkanlah Hamba menjadi ciptaan Mu yang terindah. Dan bila saatnya tiba, sandingkanlah hamba dengan pilihanMu yang terbaik pula. Jika hamba belum cukup indah baginya, maka indahkanlah hamba. Jika ia belum cukup baik bagi hamba, maka baikkan lah dia”
“Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, karuniailah hamba kemampuan, kekuatan dan kesempatan untuk menjadi orang yang hamba inginkan, menjalani kehidupan yang hamba impikan, serta membahagiakan orang-orang yang berharga bagi Hamba. Capaikanlah cita-cita hamba untuk melanjutkan studi ke luar negri. Bila jalan itu tidak ada, hadirkanlah jalan itu untuk hamba. Bila jalan itu ada, arahkanlah hamba menuju kesana. Dan bila hamba telah berjalan menuju kesana, bantulah hamba untuk berlari lebih cepat. Segerakanlah nikmatmu yang satu ini untuk hamba Ya Allah. Sesungguhnya engkau lah yang maha mengabulkan doa.”

Maka mungkin sakit hamba kini adalah jawaban dari doa hamba jua. Mungkin ini adalah kesempatan yang Engkau karuniai kepada hamba untuk memperindah diri hamba. Mungkin ini adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang hamba inginkan. Engkau tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya bukan ya Allah? Karena Engkau sangat kasihan pada hamba ya Rabb, maka kesempatan yang amat sakit ini tak mungkin menghancurkan hamba bukan ya Allah? Namun hamba tak pernah sadar bahwa hamba selemah ini, ya Rabb. Jadi Hamba tak akan mempertanyakan kenapa harus sesakit ini, hamba hanya meminta kuatkanlah hamba ya Rabb. Bolehkan hamba meminta dikuatkan wahai pemilik raga?

Hamba takut tersesat, hamba takut lupa padamu, maka peluklah hamba ya Rahman. Hamba takut menyia-nyiakan kesempatan ini maka kuatkanlah hamba ya Allah. Jika Engkau berkenan mengobati sakit dan luka ini, alangkah baiknya ya Rabb. Bolehkah hamba meminta dipeluk dan dikuatkan oleh Mu ya Allah?

Hamba selalu takut memohon padaMu ya tuhan.. Karena hamba sadar bahwa hamba amat-amat hina, karena hamba sadar bahwa hamba berlumur dosa, hamba takut menengadahkan tangan hamba memohon pada Mu. Hamba takut menangis padamu. Karena Engkau lebih dekat dari urat nadi hamba ya Allah, karena Engkau mendengar bisikan jiwa hamba, karena Engkau melihat hati hamba, maka hamba selalu menganggap itu cukup. Bahwa jika itu memang pantas bagi hamba, meski hamba tak meminta-minta padamu disetiap sholat, engkau akan menghadiahkannya kepada hamba. Betapa beruntungnya hamba selama ini, meski hamba takut memohon padamu, Engkau selalu mendengarkan bisikan yang hamba sembunyikan erat-erat. Terima kasih karena selalu mengasihani hamba ya Allah. Dan ampunilah hamba yang tak henti-hentinya memohon dikasihani oleh Mu ya Rabb.

Engkau maha mengetahui bukan ya Allah, bahwa hamba tak menengadahkan tangan hamba bukan karena hamba sombong dan merasa tak memerlukan pertolongan Mu? Bahwa sesungguhnya hamba sangat-sangat malu untuk meminta pertolongan Mu, engkau mengetahuinya bukan ya Allah..? Namun kini hamba benar-benar tak kuat ya Allah, maka hamba telan rasa malu hamba dan menangis memohon kasihMu. Meski hamba sangat-sangat takut meminta pada Mu ya Allah, jika bukan kepada Mu kemana lagi hamba bisa meminta pertolongan? Meski hamba sangat bodoh, hamba sadar bahwa darimulah segala pertolongan..

Ya Allah, hamba lelah menangis.. Hamba lelah menjadi lemah sepanjang tahun. Maka ajarilah hamba untuk tersenyum kembali. Mesi kata bahagia masih enggan bersahabat dengan hamba, setidaknya senyuman hamba lebih baik bagi mereka disekeliling hamba ya Allah. Meski luka ini akan semakin sakit tanpa air mata, senyuman hamba akan jauh lebih indah bagi mahluk Mu ya Rabb.. Hamba ingin tersenyum saat berdoa dan berujar Alhamdulillah, terima kasih atas kesempatan ini ya Rabb.. Tapi hamba hanya mampu menangis dan terisak berbisik Ya rabb, kuatkan hamba, kuatkan hamba untuk lalui ujian ini.. Kenyataannya hamba tak cukup kuat untuk tersenyum, maka ampunilah tangisan hamba ya Allah.. Ampunilah hamba karena lemah begini..

Advertisements