Tags

, , , , ,

Perkenalkan, tubuh yang kerjaannya bikin onar dan suka buang-buang stok vitamin C seenaknya, Saya. Tiap hari tubuh yang berbakti ini sangat sangat rajin menyimpan stok energi (baca: lemak) terutama di tiga P – Peyut, Pipi, Paha. Kyaa :3

Sangat-sangat baik bukan? Mungkin karena saya terobsesi buat minggat ke negeri kangguru, tubuh yang berbakti ini sibuk menebalkan diri. Katanya sih, persiapan buat musim dingin. Tapi herannya si tubuh selalu keras kepala tak mau mengikuti perkembangan trend cuaca. Musim panas? Stok energi. Musim semi? Stok energii! Musim gugur? Warning, stok lebih banyak! Musim dingin? Eepp, stok lagiii. Lah? Kan ini masih di Indonesia? Oia, koreksi. Musim hujan? Stok lemak doong, kan biar ga dingiin. Musim panas? Stok terus! Barangkali stok yang kemaren di pake ama keringat.

Lantas saya pun mulai punya ketakutan baru. Scalephobia – bikin nama sendiri. Takut ama timbangan badan. Mau dirayu bagaimanapun sama mahluk jujur ini, saya masih sangat-sangat takut buat dihakimi olehnya. Jadi sampai detik ini saya berharap siapa tau jarumnya berkenan mundur 10 kg. Atau kalau jarumnya tak mau mundur, setidaknya mungkin nilai gaya gravitasi berkurang jadi empat komaan sehingga berat saya berkurang jadi setengahnya. Amiin. Sekarang saya lagi berjuang buat nyimpan semua cermin biar ga depresi liat tubuh yang membucit sana sini plus wajah yang makin imut dengan taburan bintang-bintang merah yang berkerlip indah –  Nooo!!

Bicara soal berjuang, saya juga lagi berjuang meningkatkan pain-treshold gara-gara lagi diserang mafia berdarah dingin, sebut saja sariawan. Mafia yang beraninya nyerang rame-rame dan biasanya dicuekin karena posisinya mencar, mendadak ngatur strategi buat nyerang secara berkelompok. Alhasil 5 sariawan yang harusnya ga bikin saya pusing mendadak jadi pusat perhatian. Saya baru menyadari kalau mereka juga punya kepribadian yang sama dengan saya, benci terlihat invis. Penemuan kedua, mereka ternyata pintar ngatur strategi. Saya mendadak prihatin dengan nasib para genius, kalau sariawan saya saja sudah sepintar ini, sariawan para genius pasti tak ubahnya mimpi buruk. Ngeri!

Di kesempatan kali ini, mafia ini mencari jadi 2 kelompok. Kelompok satu, bibir bawah sudut kanan – atau disingkat B2SKa – terdiri dari 2 sariawan imut yang masih bisa ditahan sakitnya. Kelompok dua, bibir bawah sudut kiri – atau disingkat B2SKi – terdiri dari 2 sariawan dewasa dan satu sariawan remaja. Awalnya saya mulai merasakan perih tak tertahankan dari tim B2SKi, namun mengingat ini cuma sariwan biasa saya memutuskan untuk membiarkannya saja. Jadinya setiap makan ataupun minum saya fokus menggunakan sudut kanan bibir lantaran tim B2Ska masih belum gencar dengan serangannya. Saya kira mereka akan segera mundur seperti biasa karena kesal tak saya pedulikan. Namun saya salah, sangat-sangat salah. Nooo!!!

Lantas suatu hari saya terbangun dari tibur lantaran rahang kanan bawah terasa sangat sakit. Saya pun meraba-meraba lantas menyimpulkan bahwa saya resmi terkena ‘baguak’. Do forgive my lack oh vocabulary, I have no idea what people refers this kind of illness in Indonesia nor in English so I use a word on my mother tounge, Minang Language – The language used by people lives in West Sumatera, Minang Tribe. Khawatir terlihat seperti pasien yang kekurangan yodium saya memutuskan untuk bercermin sembari menahan kilasan sakit di tiap sudut bibir. Saya pun menghela nafas lega karena bengkak akibat baguak tak begitu ketara, walaupun saya masih bisa merasakan dengan jelas ada benjolan berupa kelereng yang terasa sakit dan nyeri meski tak disentuh.

Puas dengan si rahang, sayapun memutuskan untuk mengintip kondisi bibir yang makin dower karena ditarik menjauhi gigi agar sakit si sariwan berkurang. Apa yang saya lihat? Tim B2Ski ternyata telah menjadi satu sariawan besar dengan wujud yang sangat mengerikan! Pantas saja sakitnya pun jauh lebih parah dari biasanya. Kesal disiksa rasa sakit, saya memutuskan untuk self-destructif dan mengoleskan cabe ke tim B2SKi. Diluar perkiraan, sakitnya luar biasa sampai-sampai saya menangis secara tak suka rela. Sakiiiiit.

Mungkin mereka marah dengan perlawanan yang saya lakukan. Esok harinya, tim B2SKi bekerja sama dengan tim B2Ska kompak bekerja sama membuat saya kesakitan. Saya bahkan tak bisa menggeser bibir sedikitpun saking sakitnya. Belum pernah sariawan saya sesakit ini dimana terkena semilir anginpun membuat saya menangis dan memukul mukul dinding. Akhirnya saya mengaku kalah dan meminta pertolongan kepada obat ajaib bernama Abothyl. (PS: Terima kasih buat papa yang keliling apotik dan akhirnya kerumah sakit demi membelikan obat berharga ini.)

Para pembaca yang budiman, perlu anda ketahui bahwa ini kali pertama saya mencoba obat tersebut. Sejujurnya saya benar-benar no idea bagaimana menggunakannya. Kebodohan itu benar-benar mengundang bencana. Karena kebodohan saya, terjadilah insiden Abothyl Overdose – istilah cc. Begini cerita lengkapnya:

Hmm.. Jadi ditetesin ke cutton bud? Oke, udah.

Terus? Tempelin ke sariawannya?

(nempelin cutton bud ke sariawan)

Ergh, ini perih karena sariawannya kesentuh apa karena kena obat sih?

Eh? Eh? Kok jadi pucat gitu warna sariawannya? Ah! Seru. Kasi ke yang lain juga ahhh.

Uhm, ini sariawan gede dikasi sering sering aja kali ya biar cepat sembuh?

Loh? Kok ada bintik merah sih? Err, cuekin aja. Kasi lagi ahh

Lah? Lah? Ini kok jadi berdarah sariawannya? Err, udahan ya dikasi abotilnya?

Aduuh, ini kok sariawan aku malah berdarah siih?

*panik.

*ambil tisu.

Yep. Insiden Bodoh. *facepalm*

Terus gimana kondisi kamu sekarang fit? Uhm, bibir saya udah ga perih lagi. Instant banget kan? Part yang berdarah juga udah ga berdarah. Rahang saya masih belum sembuh jadi untuk waktu yang tak ditentukan tidurnya harus disisi kiri. Sekarang masih sibuk minum CDR tiap harinya, makan buah dan sayur sambil berharap tubuh saya ga lagi nakal dan menguapkan semua stok vitamin C saya. Heran! Tiap hari saya makan buah dan sayur, bahkan porsi sayur melebihi porsi nasi. Tapi yang namanya sariwan tetap saja datang. Kenapa sih? *Lirik segelas kopi samping laptop*.

Tapi kan aku cuma minum segelas kopiiii.

Iya. Segelas pagi, segelas siang, segelas sore, segelas malam. Kalo ga diingetin, lupa makan. -.-

Anyway, saya engga-engga lagi diserang ama mafianya sariawan. Lain kali kalo satu aja nongol, bakal langsung saya basmi pake obat ajaib! *cium abotil*

 

That’s all for my little silly story, see ya!

Love,

Fitri.

Advertisements