Tags

, ,

Aku menyandarkan badan yang tak lelah, merasakan sejuknya udara yang menyelinap masuk dari jendela. Mata dan tubuhku mulai terasa lelah. Aku kemudian memutuskan untuk menarik selimut dan memanjakan badan yang membujukku meminta diistirahatkan. A short nap? Why not?

Tidak, jangan!! Aku mohon berhentilah..

Sakit ma, mama maaf.. Sakit ma, tolong ma berhenti..

Mama jangan ma!

Arghhhhhhhhh!!!!!!!

Aku terbangun. Ah, hanya mimpi. Ku lihat jam dinding dan menyadari bahwa aku baru terlelap sekitar 15 menit. Aku ingin bangun namun tubuhku tak mampu ku gerakkan. Kepalaku terasa amat pusing dan mataku tak mau kuajak bangun. Aku menyerah dan memutuskan untuk melanjutkan tidur siangku.

Mama jangaaan. Maa.. please ma, tolong..

Sakit ma, fitri sakiiit. Fitri takut ma..

Udah ma.. Tolong ma.

Tidak! Jangan! Maaa!!

Jangan!!!!!!!!!!

Lagi, aku terbangun. Mimpi buruk yang sama berulang dan berlanjut kembali. Aku mulai kesal dan berusaha untuk bangun, khawatir akan bermimpi yang sama jika melanjutkan tidur siangku. Aku memaksa bangun namun aku bahkan tak sanggup untuk duduk. Dunia berputar sedemikian rupa dan aku tak bisa menghilangkan rasa sakit di kepala dan mata yang semakin mendera. Aku akhirnya tertidur kembali, bermimpi yang sama kemudian tertidur kembali. Aku sibuk bermimpi dengan ketakutan yang sama berkali kali hingga aku benar benar ingin bangun. Namun apa daya, tubuhku tak kunjung bertenaga. Aku kembali tertidur.

Aku kembali membuka mata dengan degup janjung yang berpacu kencang. Aku benar benar mulai takut untuk tidur kembali.

Fit, bangun fit..

Gerakin badannya, paksain buat duduk. Bangun fit, bangun.

Tahan pusingnya, kumpulin tenaga kamu dan bangun fit!

Bangun!

Bangun!!!!

…sudah berapa hari tubuhku kembali begini? Bahkan untuk bangun saja aku harus berusaha keras. Aku kembali tertidur, berharap tak bermimpi lagi dan bahwa aku akan mampu untuk benar benar bangun nantinya. Semoga saja.

Aku kembali terbangun, panik dan kesal. Aku tak lagi bisa benar-benar menggunakan otakku hingga tak bisa membaca jam. Ku kira sudah pukul 3 sore. Aku panik lantaran belum mengerjakan sholat dzuhur. Aku ingin bangun, aku ingin memukul bagian dari tubuhku yang bersikeras untuk tidur. Masalahnya aku bahkan tak mampu menggerakkan tanganku. Maka aku tertidur kembali. Sambil berteriak dalam hati memaksa untuk bangun, aku kembali tertidur

Bangun!!!!!!!

Sholat fit!!

Aku dengan lemah meraih ponselku, menyadari jam menunjukkan pukul 13:32. Aku ingin bangun dan sholat, namun masih terlalu lemah. Mungkin jika aku tertidur sepuluh menit lagi aku akan merasa lebih baik. Maka aku kembali tertidur

Tidaaaaaaaakkkkkk!!!!!

Eh? Lagi? Mimpi ini lagi?

Aku benar benar harus bangun. Allah aku ingin bangun. Aku belum sholat. Ya Allah..

Bangun fit, BANGUN!

GERAK!

BANGUN!

BANGUN!!!!!!!!!!!!

Akhirnya aku berhasil memaksa untuk duduk, ku lihat jam di ponsel masih menunjukkan persis pukul 13:32. Aku benar-benar bingung. Apakah sebelumny aku bermimpi terbangun di jam yang sama? Mungkinkah waktu berhenti tanpa kusadari? Ah, sudahlah, aku harus segera beranjak dari sini!

Bagai orang ketakutan aku bergegas keluar dari kamar dan terhuyung-huyung menuruni tangga. Aku bergegas duduk disamping papa meski dunia masih berputar sedemikian rupa dan aku teramat pusing. Ku sandarkan kepalaku di pundak beliau lalu menghela nafas berkali-kali. Aku memutuskan untuk duduk selama setengah jam sebelum akhirnya bisa bangun dan berjalan kembali. Alhamdulillah, aku tak perlu lagi khawatir terlambat melaksanakan sholat dzuhur.

Akhir akhir ini aku selalu bermimpi buruk dimana aku dibuat panik karena takut telah melewatkan sholat. Mungkin hanya “rasa takut meninggalkan sholat” yang menguatkan aku untuk bangun disaat-saat seperti ini, saat dimana tubuhku terlalu lemah dan tak mau kugerakkan. Pembaca yang budiman, sudahkah anda sholat…?

Advertisements