Tags

, , , , , , , ,

Aku hanya ingin pulang..

Dulu, sewaktu aku masih belum mengerti tentang realita antara tiap detak jantung, aku pernah berdoa. Sederhana saja, aku ingin segera kembali kepadaNya. Bukan, bukan karena hidup begitu berat, bukan karena langkah begitu lambat, bukan pula karena nafasku tercekat. Aku masih begitu kecil untuk mencicipi beratnya dunia. Walau mungkin sesekali aku merasa sangat sakit dan begitu sedih, sungguh kesedihannya tak cukup kuat untuk membuatku bertanya-tanya bilakah gerangan waktunya datang.

Saat itu semua begitu simple, aku hanya ingin kembali dalam keadaan suci. Meski tak begitu mengerti akan murkaNya, aku begitu ingin kembali kehadapannya tanpa harus diperhitungkan setiap dosaku. Aku ingin segera pulang dan tinggal di surga, rumah untuk hambaNya yang ia cinta. Maka aku harap harap cemas menunggu, dan sedikit resah mendapati tubuh yang masih hangat oleh kehidupan kendati usiaku semakin bertambah.

Tuhan, masih belum waktunyakah?

Aku tumbuh, melihat wajah-wajah berdatangan silih berganti. Aku mulai menyadari bahwa tiap insan yang begitu baik, tak berlama lama menetap dibumi ini. Segera, Allah memanggil insan terkasih untuk kembali pulang kesisiNya. Aku iri. Begitu iri. Apakah karena aku masih jauh dari kebaikan? Karena aku masih belum berlabel “hambaNya yang baik” maka aku masih di sini? Aku takut akan ajal, mungkin. Tapi aku tak begitu terikat pada nafasku. Tak ada alasan kenapa aku harus hidup, apalagi saat di kurung dalam sangkar..

Hanya saja..

Nafas begitu berat, aku harus mengurut dada menghilangkan perih yang datang di tiap harinya. Tak ada lagi pagi  yang damai dan aku lelah berharap bahwa pagi itu akan kembali.

Allah, aku lelah. Sangat-sangat.

Aku ingin pulang..

Allah, izinkanlah aku pulang..

Advertisements